Senin, 29 November 2010

Amr Bin Ash, Gembong Quraisy Yang Menjadi Panglima Muslim

Ada tiga orang gembong Quraisy yang amat menyusahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam disebabkan sengitnya perlawanan mereka terhadap da’wahnya dan siksaan mereka terhadap shahabatnya.


Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berdo’a dan memohon kepada Tuhannya agar menurunkan adzabnya pada mereka.

Tiba-tiba sementara ia berdo’a dan memohon itu, turunlah wahyu atas kalbunya berupa ayat yang mulia ini:

Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. (Q.S. 3 Ali Imran: 128)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memahami bahwa maksud ayat itu ialah menyuruhnya agar menghentikan do’a untuk menyiksa mereka serta menyerahkan urusan mereka kepada Allah semata.

Kemungkinan, mereka tetap berada dalam keaniayaan hingga akan menerima adzab-Nya. Atau mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka hingga akan mempereroleh rahmat karunia-Nya ….

Maka ‘Amr bin ‘Ash adalah salah satu dari ketiga orang tersebut. Allah memilihkan bagi mereka jalan untuk bertaubat dan menerima rahmat, maka ditunjukiNya mereka jalan untuk menganut Islam, dan ‘Amr bin ‘Ash pun beralih rupa menjadi seorang Muslim pejuang, dan salah seorang panglima yang gagah berani. …

Dan bagaimana pun juga sebagian dari pendiriannya yang arah pandangannya tak dapat kita terima, namun peranannya sebagai seorang sahabat yang mulia, yang telah memberi dan berbuat jasa, berjuang dan berusaha, akan selalu membuka mata dan hati kita terhadap dirinya ….

Dan di sini di bumi Mesir sendiri, orang-orang yang memandang Islam itu adalah Agama yang lurus dan mulia, dan melihat pada diri Rasulnya shallallahu ‘alaihi wasallam rahmat dan ni’mat serta karunia, serta penyampai kebenaran utama, yang menyeru kepada Allah berdasarkan pemikiran dan mengilhami kehidupan ini dengan sebagian besar dari kebenaran dan ketaqwaan… , orang-orang yang beriman itu akan memendam rasa cinta kasih kepada laki-laki, yang oleh taqdir dijadikan alat-alat bagaimanapun untuk memberikan Islam ke haribaan Mesir, dan menyerahkan Mesir ke pangkuan Islam … ! Maka alangkah tinggi nilai hadiah itu, dan alangkah besar jasa Pemberinya … ! Sementara laki-laki yang menjadi taqdir dan dicintai oleh mereka itu, itulah dia ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu.

Para muarrikh atau ahli-ahli sejarah biasa menggelari ‘Amr radhiyallahu ‘anhu dengan “Penakluk Mesir”. Tetapi, menurut kita gelar ini tidaklah tepat dan bukan pada tempatnya. Mungkin gelar yang paling tepat untuk ‘Amr radhiyallahu ‘anhu ini dengan memanggilnya “Pembebas Mesir”. Islam membuka negeri itu bukanlah menurut pengertian yang lazim digunakan di masa modern ini, tetapi maksudnya tiada lain ialah membebaskannya dari cengkraman dua kerajaan besar yang menimpakan kepada negeri ini serta rakyatnya perbudakan dan penindasan yang dahsyat, yaitu imperium Persi dan Romawi ….

Mesir sendiri, ketika pasukan perintis tentara Islam memasuki wilayahnya, merupakan jajahan dari Romawi, sementara perjuangan penduduk untuk menentangnya tidak membuahkan hasil apa-apa …. Maka tatkala dari tapal batas kerajaan-kerajaan itu bergema suara takbir dari pasukan-pasukan yang beriman: “Allahu Akbar, Allahu Akbar …. “, mereka pun dengan berduyun-duyun segera menuju fajar yang baru terbit itu lalu memeluk Agama Islam yang dengannya mereka menemukan kebebasan mereka dari kekuasaan kisra maupun kaisar.

Jika demikian halnya, ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu bersama anak buahnya tidaklah menaklukkan Mesir! Mereka hanyalah merintis serta membuka jalan bagi Mesir agar dapat mencapai tujuannya dengan kebenaran dan mengikat norma dan peraturan-peraturannya dengan keadilan, serta menempatkan diri dan hakikatnya dalam cahaya kalimat-kalimat Ilahi dan dalam prinsip-prinsip Islami… !

‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, amat berharap sekali akan dapat menghindarkan penduduk Mesir dan orang-orang Kopti dari peperang agar pertempuran terbatas antaranya dengan tentara Romawi saja, yang telah menduduki negeri orang secara tidak sah, dan mencuri harta penduduk dengan sewenang-wenang ….

Oleh sebab itulah kita dapati ia berbicara ketika itu kepada pemuka-pemuka golongan Nasrani dan uskup-uskup besar mereka, katanya: “Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam membawa kebenaran dan menitahkan kebenaran itu …. Dan sesungguhnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah menunaikan tugas risalahnya kemudian berpulang setelah meninggalkan kami di jalan lurus terang benderang.

Di antara perintah-perintah yang disampaikannya kepada kami ialah memberikan kemudahan bagi manusia. Maka kami menyeru kalian kepada Islam ….Barang siapa yang memenuhi seruan kami, maka ia termasuk golongan kami, beroleh hak seperti hak-hak kami dan memikul kewajiban seperti kewajiban-kewajiban kami …. dan barang siapa yang tidak memenuhi seruan kami itu, kami tawarkan membayar pajak, dan kami berikan padanya keamanan serta perlindungan. Dan sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kami telah memberitakan bahwa Mesir akan menjadi tanggung jawab kami untuk membebaskannya dari penjajah, dan diwasiatkannya kepada kami agar berlaku baik terhadap penduduknya, sabdanya: -

“Sepeninggalku nanti, Mesir, menjadi kewajiban kalian untuk membebaskannya, maka perlakukanlah penduduknya dengan baik, karena mereka masih mempunyai ikatan dan hubungan kekeluargaan dengan kita … !”‘) HR. Muslim (1)

Maka jika kalian memenuhi seruan kami ini, hubungan kita semakin kuat dan bertambah erat … !”

‘Amr radhiyallahu ‘anhu menyudahi ucapannya, dan sebagian uskup dan pendeta menyerukan: “Sesungguhnya hubungan silaturrahmi yang diwasiatkan Nabimu shallallahu ‘alaihi wasallam itu adalah suatu pendekatan dengan pandangan jauh, yang tak mungkin disuruh hubungkan kecuali oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam… !”

Percakapan ini merupakan permulaan yang baik untuk tercapainya saling pengertian yang diharapkan antara ‘Amr radhiyallahu ‘anhu dan orang Kopti penduduk Mesir, walau panglima-panglima Romawi berusaha untuk menggagalkannya ….

‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu tidaklah termasuk angkatan pertama yang masuk Islam. Ia baru masuk Islam bersama Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu tidak lama sebelum dibebaskannya kota Mekah ….

Anehnya keislamannya itu diawali dengan bimbingan Negus raja Habsyi. Sebabnya ialah karena Negus ini kenal dan menaruh rasa hormat terhadap ‘Amr radhiyallahu ‘anhu yang sering bolak-balik ke Habsyi dan mempersembahkan barang-barang berharga sebagai hadiah bagi raja …. Di waktu kunjungannya yang terakhir ke negeri itu, tersebutlah berita munculnya Rasul yang menyebarkan tauhid dan akhlaq mulia di tanah Arab.

(1) Hadits tersebut memberi petunjuk bahwa orang-orang Kopti di Mesir merupakan paman-paman dari Ismail shallallahu ‘alaihi wasallam. …. Karena ibunda Ismail Siti Hajar seorang wanita warga Mesir, diambil oleh Ibrahim shallallahu ‘alaihi wasallam. menjadi isterinya, sewaktu ia datang ke Mesir dan diberi hadiah oleh Fir’aun dan kemudian melahirkan Ismail ‘alaihissalam….

Maharaja Habsyi itu menanyakan kepada ‘Amr radhiyallahu ‘anhu kenapa ia tak hendak beriman dan mengikutinya, padahal orang itu benar-benar utusan Allah? “Benarkah begitu…?” tanya ‘Amr radhiyallahu ‘anhu kepada Negus. “Benar”, ujar Negus, “Turutlah petunjukku, hai ‘Amr dan ikutilah dia ! Sungguh dan demi Allah, ia adalah di atas kebenaran dan akan mengalahkan orang-orang yang menentangnya… !”

Secepatnya ‘Amr radhiyallahu ‘anhu terjun mengarungi lautan kembali ke kampung halamannya, lalu mengarahkan langkahnya menuju Madinah untuk menyerahkan diri kepada Allah Robbul’alamin.

Dalam perjalanan ke Madinah itu ia bertemu dengan Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu dan Utsman bin Thalhah, yang juga datang dari Mekah dengan maksud hendak bai’at kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Demi Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam melihat ketiga orang itu datang, wajahnya pun berseri-seri, lalu katanya pada shahabat-shahabatnya : “Mekah telah melepas jantung-jantung hatinya kepada kita …. ” Mula-mula tampil Khalid radhiyallahu ‘anhu dan mengangkat bai’at. Kemudian majulah ‘Amr radhiyallahu ‘anhu dan katanya: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam … ! Aku akan bai’at kepada anda, asal saja Allah mengampuni dosa-dosaku yang terdahulu … !”

Maka jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Hai ‘Amr! Bai’atlah, karena Islam menghapus dosa-dosa yang sebelumnya … !”

‘Amr radhiyallahu ‘anhu pun bai’at, dan diletakkannya kecerdikan dan keberaniannya dalam darmabaktinya kepada Agamanya yang baru ….

Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpindah ke Rafiqul A’la, ‘Amr radhiyallahu ‘anhu sedang berada di Oman menjadi gubernurnya. Dan di masa pemerintah Umar radhiyallahu ‘anhu, jasa-jasanya dapat disaksikan dalam peperangan-peperangan di Syria, kemudian dalam membebaskan Mesir dari penjajahan Romawi.

Wahai, kenapa ‘Amr bin ‘Ash tidak menahan ambisi pribadinya untuk dapat berkuasa! Seandainya demikian, tentulah ia akan dapat mengatasi dengan mudah sebagian kesulitan yang dialaminya disebabkan ambisinya ini … !

Tetapi ambisinya ingin berkuasa ini, sampai suatu batas tertentu, hanyalah merupakan gambaran lahir dari tabiat bathinnya yang bergejolak dan dipenuhi bakat … !

Bahkan bentuk tubuh, cara berjalan dan bercakapnya, memberi isyarat bahwa ia diciptakan untuk menjadi amir atau penguasa … ! Hingga pernah diriwayatkan bahwa pada suatu hari Amirul Mu’minin Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu melihatnya datang. Ia tersenyum melihat caranya berjalan itu, lalu katanya: “Tidak pantas bagi Abu Abdillah untuk berjalan di muka bumi kecuali sebagai amir … !”

Sungguh, sebenarnya ‘Amr atau Abu Abdillah tidak mengurangkan hak dirinya ini … ! Bahkan ketika bahaya-bahaya besar datang mengancam Kaum Muslimin, ‘Amr radhiyallahu ‘anhu menghadapi peristiwa-peristiwa itu dengan cara seorang amir … seorang amir yang cerdik dan licin serta berkemampuan, menyebabkannya percaya akan dirinya, serta yakin akan keunggulannya … !

Tetapi di samping itu ia juga memiliki sifat amanat, menyebabkan Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu -seorang yang terkenal amat teliti dalam memilih gubernur-gubernurnya – menetapkannya sebagai gubernur di Palestina dan Yordania, kemudian di Mesir selama hayatnya Amirul Mu’minin ini ….

Bahkan ketika Amirul Mu’minin radhiyallahu ‘anhu mengetahui bahwa ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dalam kesenangan hidup telah melampaui batas yang telah digariskannya terhadap para pembesamya, dengan tujuan agar taraf hidup mereka setingkat atau hampir setingkat dengan taraf hidup umumnya rakyat biasa, maka khalifah tidaklah memecatnya, hanya mengirimkan Muhammad bin Maslamah radhiyallahu ‘anhu dan memerintahkannya agar membagi dua semua harta dan barang ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, lalu meninggalkan untuknya separohnya, sedang yang separuhnya iagi hendaklah dibawanya ke Madinah untuk Baitul mal.

Seandainya Amirul Mu’minin radhiyallahu ‘anhu mengetahui bahwa ambisi ‘Amr radhiyallahu ‘anhu terhadap kekuasaan sampai menyebabkannya agak lalai terhadap tanggung jawabnya, tentulah jiwanya yang waspada itu tidak akan membiarkannya memegang kekuasaan walau agak sekejap pun … !

‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu adalah seorang yang berfikiran tajam, cepat tanggap dan jauh pandang … hingga Amirul Mu’minin Umar radhiyallahu ‘anhu, setiap ia melihat seorang yang singkat akal, dipertepukkannya kedua telapak tangannya dengan keras karena herannya, Seraya katanya:

“Subhanallah … ! Sesungguhnya Pencipta orang ini dan Pencipta ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu hanyalah Tuhan Yang Tunggal, keduanya sama benar … !”

Di samping itu ia juga seorang yang amat berani dan berkemauan keras….

Pada beberapa peristiwa dan suasana, keberaniannya itu disisipinya dengan kelihaiannya, hingga disangka orang ia sebagai pengecut atau penggugup. Padahal itu tiada lain dari tipu muslihat yang istimewa yang oleh ‘Amr radhiyallahu ‘anhu digunakannya secara tepat dan dengan kecerdikan mengagumkan untuk membebaskan dirinya dari bahaya yang mengancam … !

Amirul Mu’minin Umar radhiyallahu ‘anhu mengenal bakat dan kelebihannya ini sebaik-baiknya, serta menghitungkannya dengan sepatutnya.

Oleh sebab itu sewaktu ia dikirimnya ke Syria sebelum pergi ke Mesir, dikatakan orang kepada Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa tentara Romawi dipimpin oleh Arthabon, maksudnya panglima yang lihai dan gagah berani.

Jawaban Umar radhiyallahu ‘anhu ialah: “Kita hadapkan arthabon Romawi kepada arthabon Arab, dan baiklah kita saksikan nanti bagaimana akhir kesudahannya Ternyata bahwa pertarungan itu berkesudahan dengan kemenangan mutlak bagi arthabon Arab dan ahli tipu muslihat mereka yang ulung ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, sehingga arthabon Romawi, meninggalkan tentaranya menderita kekalahan dan meluputkan diri ke Mesir …, yang tak lama antaranya akan disusul oleh ‘Amr radhiyallahu ‘anhu ke negeri itu untuk membiarkan bendera dan panji-panji Islam di angkasanya yang aman damai….

Tidak sedikit peristiwa, di mana kecerdikan dan kelicinan ‘Amr radhiyallahu ‘anhu menonjol dengan gemilang! Dalam hal ini kita tidak memasukkan perbuatan sehubungan dengan Abu Musa al-’Asy’ari pada peristiwa tahkim, yakni ketika kedua mereka menyetujui bahwa masing-masing akan menanggalkan Ali dan Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhuma dari jabatan mereka, agar urusan itu dikembalikan kepada Kaum Muslimin untuk mereka musyawarahkan bersama. Ternyata Abu Musa radhiyallahu ‘anhu melaksanakan hasil persetujuan tersebut, sementara ‘Amr radhiyallahu ‘anhu tidak melaksanakannya ….

Sekiranya kita ingin menyaksikan bagaimana kelicinan serta kesigapan tanggapnya, maka pada peristiwa yang dialaminya bersama komandan benteng Babilon di saat peperangannya dengan orang-orang Romawi di Mesir, atau menurut riwayat-riwayat lain, bersama arthabon Romawi di pertempuran Yarmuk di Syria … !

Yakni ketika ia diundang oleh komandan benteng atau oleh arthabon untuk berunding, dan sementara itu komandan Romawi telah menyuruh beberapa orang anak buahnya untuk menggulingkan batu besar ke atas kepalanya sewaktu ia hendak pulang meninggalkan benteng itu, sementara segala sesuatu dipersiapkan, agar rencana tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan apa yang dimaksud mereka ….

‘Amr pun berangkat menemui komandan, tanpa sedikit pun menaruh curiga, dan setelah berunding mereka berpisahlah.
Tiba-tiba dalam perjalanannya ke luar benteng, terkilaslah olehnya di atas tembok, gerakan yang mencurigakan, hingga membangkitkan gerakan refleknya dengan amat cepatnya, dan dengan tangkas berhasil menghindarkan diri dengan cara yang mengagumkan ….

Dan sekarang ia kembali mendapatkan komandan benteng dengan langkah-langkah yang tepat dan tegap serta kesadaran tinggi yang tak pernah goyah, seolah-olah ia tak dapat dikejutkan oleh sesuatu pun dan tidak dapat dipengaruhi oleh rasa curiga Kemudian ia masuk ke dalam, lalu katanya kepada komandan: “timbul dalam hatiku suatu fikiran yang ingin kusampaikan kepada anda sekarang ini ….. Di pos komandoku sekarang ini sedang menunggu segolongan shahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam angkatan pertama masuk Islam, yang pendapat mereka biasa didengar oleh Amirul Mu’minin radhiyallahu ‘anhu untuk mengambil sesuatu keputusan penting. Bahkan setiap mengirim tentara, mereka selalu diikutsertakan untuk mengawasi tindakan tentara dan langkah-langkah yang mereka ambil. Maka maksudku hendak membawa mereka ke sini agar dapat mendengar dari mulut anda apa yang telah kudengar, hingga mereka beroleh penjelasan yang sebaik-baiknya mengenai urusan kita ini … !”

Komandan Romawi itu secara bersahaja maklum karena nasib mujurnya, ‘Amr lolos dari lobang jarum, dengan sikap gembira ia menyetujui usul ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, hingga bila ‘Amr radhiyallahu ‘anhu nanti kembali dengan sejumlah besar pimpinan dan panglima Islam pilihan, ia akan dapat menjebak mereka semua, daripada hanya ‘Amr seorang Dan secara sembunyi-sembunyi hingga tidak diketahui oleh ‘Amr, dipertahankannyalah untuk tidak mengganggu ‘Amr dan menyiapkan kembali perangkap yang disediakan untuk panglima Islam tadi, guna menghabisi para pemimpin mereka yang utama ….

Lalu dilepasnya ‘Amr dengan besar hati, dan disalaminya amat hangat sekali …, disambut oleh ahli siasat dan tipu muslihat Arab itu dengan tertawa dalam hati ….

Dan di waktu subuh keesokan harinya, dengan memacu kudanya yang meringkik keras dengan nada bangga dan mengejek, ‘Amr radhiyallahu ‘anhu kembali memimpin tentaranya menuju benteng.

Memang, kuda itu merupakan suatu makhluq lain yang banyak mengetahui kelihaian dan kecerdikan tuannya … !

Dan pada tahun ke-43 Hijrah, wafatlah ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu di Mesir, sewaktu ia menjadi gubernur di sana…. Di saat-saat kepergiannya itu, ia mengemukakan riwayat hidupnya, itu secara bersahaja maklum bahwa kepergiannya katanya: “Pada mulanya aku ini seorang kafir, dan orang yang amat keras sekali terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga seandainya aku meninggal pada saat itu, pastilah masuk neraka … !

Kemudian aku bai’at kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka tak seorang pun di antara manusia yang lebih kucintai, dan lebih mulia dalam pandangan mataku, daripada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam Dan seandainya aku diminta untuk melukiskannya, maka aku tidak sanggup karena disebabkan hormatku kepadanya, aku tak kuasa menatapnya sepenuh mataku … !

Maka seandainya aku meninggal pada saat itu, besar harapan akan menjadi penduduk surga Kemudian setelah itu, aku diberi ujian dengan beroleh kekuasaan begitupun dengan hal-hal lain. Aku tidak tahu, apakah ujian itu akan membawa keuntungan bagi diriku ataukah kerugian… !”

Lalu diangkatnya kepalanya ke arah langit dengan hati yang tunduk, sambil bermunajat kepada Tuhannya Yang Maha Besar lagi Maha Pengasih, katanya: “Ya Allah, daku ini orang yang tak luput dari kesalahan, maka mohon dimaafkan Daku tak sunyi dari kelemahan, maka mohon diberi pertolongan… ! Sekiranya daku tidak beroleh rahmat karunia-Mu, pasti celakalah nasibku… !”

Demikianlah ia asyik dalam bermohon dan berhina diri hingga akhirnya ruhnya naik ke langit tinggi, di sisi Allah Rabbul- ‘izzatl, sementara akhir ucapan penutup hayatnya, ialah : La ilaha illallah ….

Di pangkuan bumi Mesir, negeri yang diperkenalkannya dengan ajaran Islam itu, bersemayamlah tubuh kasamya….

Dan di atas tanahnya yang keras, majlisnya yang selama ini digunakannya untuk mengajar, mengadili dan mengendalikan pemerintahan, masih tegak berdiri melalui kurun waktu, dinaungi oleh atap mesjidnya yang telah berusia lanjut “Jami’u ‘Amr”, yakni mesjid yang mula pertama didirikan di Mesir, yang disebut di dalamnya asma Allah Yang Tunggal lagi Esa serta dikumandangkan ke setiap pojoknya dari atas mimbarnya kaiimat-kalimat Allah serta pokok-pokok Agama Islam. (ar/ks)
Sumber:www.suaramedia.com

Abdurahman Al Jami, Sufi Jenius Yang Mengetahui Hari Kematiannya

Nama lengkapnya Nuruddin Abdurahman Al-Jami. Dia adalah satu di antara sejumlah orang genius dari negeri Persia. Lahir di Kharjad pada 1414 M (817 H) dan wafat di Heart pada 1492 M (898 H).


Sebelum populer dengan sebutan Al-Jami, dia bergelar Ad-Dasyti, karena ayahnya, Nizamuddin, berasal dari Dasyt, dekat Kota Isfahan. Sejak berusia muda, Al-Jami sudah menunjukkan sifatnya yang istimewa. Ia mudah menguasai pelajaran yang diberikan kepadanya.

Ia pandai berbicara dan berargumentasi. Salah satu di antara para ulama yang pernah menjadi guru atau pembimbingnya adalah Syekh Sa’aduddin Al-Kasygari, murid sekaligus Khalifah Syekh Bahaudiin Naqsyabandi. Berkat potensinya yang besar dan ketekunannya belajar dan menulis, ia berkembang menjadi sufi besar dan sekaligus menjadi penyair besar yang berpengetahuan luas.

Kebesaran dan kemasyhuran nama Al-Jami tidak hanya bergema di kawasan Persia, tetapi juga mencapai Turki Usmani. Disebutkan pada suatu waktu ia berada di Damaskus, mencari utusan Sultan Turki Usmani yang bermaksud mengundangnya ke Istana dan telah menyiapakan hadiah baginya. Karena tidak tertarik pada undangan itu, Al-Jami segera meninggalkan Kota Damaskus.

Para sarjana masih bisa melihat kebesaran Al-Jami melalu karya-karya tulisnya yang menurut satu sumber berjumlah 46 buah, tapi menurut sumber lain tidak kurang dari 90 buah buku dan risalah. Kebanyakan karya tulisnya berbicara dalam bidang tasawuf, tapi bidang-bidang lain juga tidak luput dari perhatiannya. Ia menulis komentar tafsir atas sejumlah surah dalam Al-Qur’an, komentar terhadap 40 hadis dan hadis-hadis yang riwayatkan oleh Abu Dzar Al-Ghifari

Karya-Karyanya

Ia menulis tentang biografi Nabi Muhammad, bukti-bukti tentang kenabiannya, tentang biografi para sufi dan pengajaran mereka tentang para penyair, raja-raja, puisi, Musik, dan tata bahasa Arab. Di antara karyanya, yang berbentuk prosa adalah Nafahat Al-Uns (hadiah-hadiah persahabatan), yang menyajikan biografi dan pengajaran para sufi. Juga Lawami’ (percikan cahaya-cahaya), yang merupakan komentar terhadap karya Ibnu Arabi.

Kendati kemasyhuran Al-Jami’ lebih bersandar pada kehadirannya sebagai penyair besar, perannya sebagai juru bicara tasawuf aliran Wahdatul Wujud, manunggaling Kawula Gusti, bersatunya Makhluk-Khalik, tidak kalah pentingnya. Satu di antara banyak masalah tasawuf yang dijelaskan oleh AL-Jami’ adalah masalah yang berkaitan dengan manusia. Menurutnya, Nafs atau jiwa manusia, sebagai unsur atau prinsip yang menghidupkan tubuh manusia, memiliki potensi untuk mencapai sejumlah tahap kesempurnaan yang berbeda. Dengan melewati tahap demi tahap, jiwa itu akan semakin dekat dan menyatu dengan Tuhan.

Tingkatan Jiwa

Jiwa pada tahap paling rendah disebut Nafs Amarat, yakni nafs yang terus menerus mendorong kepada hal-hal yang buruk dan rendah. Setelah melalui latihan spritual, jiwa meningkat menjadi Nafs Lawwamat, yakni jiwa yang mampu mencela kekurangan-kekurangan dirinya sendiri. Bila di tingkatkan lagi, jiwa itu akah sampai kepada puncak kesempurnaannya, itulah Nafs Mutmainnat, yakni jiwa yang tentram, damai, dan bahagia. Manusia yang memiliki jiwa yang sempurna itu disebut juga manusia sempurna atau Insan Kamil.

Mengenai manusia sempurna ini, Al-Jami’ sebenarnya memberikan penjelasan  yang cukup panjang. Manusia sempurna dalam kajian penganut Wahdatul Wujud bukan saja mengacu pada sejumlah kecil individu yang pernah hidup dimuka bumi ini dan memiliki jiwa yang paling sempurna namun juga mengacu pada ciptaan  Allah yang pertama, yang bersifat Spritual dan merupakan bentuk awal segenap alam semesta.

Dari banyak munajatnya yang indah kepada Allah, dia berkata, “Ya Rabbi, ya Tuhanku, jauhkanlah kami dari perbuatan menghabiskan waktu untuk perkara-perkara kecil yang tidak berguna. Tunjukkanlah kepada kami segala perkara menurut hakekatnya. Angkatlah dari batin kami selubung ketidaksadaran. Janganlah diperlihatkan kepada kami barang yang tidak nyata sebagai barang yang ada. Janganlah Kau biarkan bayang-bayang menutup batin kami, sehingga kami tidak dapat melihat keindahan-Mu. Jadikanlah bayang-bayang ini sebagai kaca yang melalui batin kami untuk menyaksikan-Mu.”

Pada bagian lain dia berkata, “Sang kekasih menyeru dari kedai minuman, datanglah lalu berilah aku anggur cinta, cawan demi cawan. Kubebaskan diriku dari belenggu logika dan nalar. Lalu kumulai meratap dan menangis untuk bersatu.”

Dalam tahun terakhirnya ia melihat visi tentang kematiannya, dan sering melantunkan bait syair berikut:

Adalah memalukan

Bahwa hari-hari berlalu tanpa kita

Bunga-bunga akan mekar dan musim semi akan tiba

Musim panas, musim dingin, dan musim semi akan berlalu

Dan kita pasti akan menjadi tanah dan debu.

Tahu Kematiannya

Beberapa hari sebelum kematianya, Al-Jami’ mengunjungi beberapa desa tetangganya. Sekali waktu ia pergi ke sebuah desa yang tidak diperhatikannya secara khusus, meskipun ia tinggal di sana cukup lama. Murid-muridnya yang merasa khawatir segera pergi kesana. Ia berkata kepada mereka, “Kita harus memutuskan tali Ikatan.”

Tiga hari sebelum kematiannya, ia memanggil beberapa murid dekatnya dan berkata kepada mereka, “Jadilah saksiku bahwa aku sama sekali tidak punya ikatan dengan apapun dan dengan siapa pun.”

Pada hari jumat pagi, ketika fajar menyingsing, ia merasa bahwa kematiannya akan tiba. Ia melakukan salat dan kemudian duduk melakukan dzikir. Di tengah hari ia pun wafat.

Ada sebuah kisah jenaka dituturkan mengenai saat kematian Al-Jami’.

“Para sufi yang sangat sedih mengetahui bahwa ia akan segera wafat, berkumpul di rumahnya, sebagian menangis pelan-pelan, sementara sebagian yang lain sibuk melantunkan dzikir, tetapi ada salah seorang yang membaca Al-Qur’an dengan suara keras dan mengganggu yang lain, akhirnya Al-Jami’ mengangkat kepala dan berkata, “Demi Allah aku akan mati jika engkau tidak menghentikan keributanmu!”

Sebagai seorang penulis serba bisa, ia meninggalkan warisan berupa 81 buku tentang berbagai macam pokok bahasan. Diantaranya, koleksi puisi, uraian atas karya-karya Ibnu Arabi dan Haft Aurang, sebuah koleksi tujuh kisah dalam bentuk Matsnawi, kumpulan puisi.

Dari ketujuh cerita itu yang paling terkenal adalah kisah Yusuf dan Zulaikha. Episode tentang penggodaan atas Yusuf, oleh istri majikannya yang bernama Zulaikha, menjadi kisah cinta yang sangat menyentuh.. (ar/sf) Sumber:www.suaramedia.com

13 EKSPERIMEN SEKS

Seks memang merupakan aktivitas paling menyenangkan, namun bila dilakukan dengan “begitu-begitu” saja, lama-kelamaan akan menjadi aktivitas paling membosankan. Ubahlah kebiasaan ini agar seks tidak sekadar menjadi rutinitas. Eksperimen seksual adalah kunci untuk menjaga hubungan jangka panjang yang segar, menyenangkan, dan saling memuaskan. Menyampaikan apa yang menjadi harapan dan kebutuhan Anda akan membuat hubungan Anda dan pasangan semakin dekat.

“Saling bereksperimen membutuhkan kesediaan untuk menerima (keinginan pasangan), yang akan meningkatkan keintiman,” ujar Mort Fertel, konsultan pernikahan di Baltimore dan pencipta Marriage Fitness Program.Bila Anda ingin mendobrak rutinitas tersebut, 13 tipe hubungan seksual ini bisa Anda coba.

Holiday Sex
Libur sehari, atau libur long weekend, menjadi momen yang pas untuk melaksanakan “kewajiban” Anda. Apalagi jika pada hari-hari sebelumnya Anda rajin menolak ajakan bercinta dari suami dengan alasan kelelahan. Jangan membuat janji apa pun pada hari libur ini, termasuk ke mal bersama suami. Manfaatkan waktu kosong tersebut untuk bersantai di rumah, pesan makanan yang enak, nonton film di kamar, lalu akhiri dengan bercinta.

Make-Up Sex
Banyak pasangan yang mendadak ingin bercinta usai bertengkar dan berbaikan. Mengapa demikian? Sebab bertengkar melepaskan hormon dopamin, dan meningkatkan adrenalin, sehingga membuat Anda dan pasangan lebih bergairah. Maka, Anda tak perlu resah jika sedang berantem dengan si dia. Hubungan seks yang dilakukan usai perbedaan pendapat ini akan menjadi cara yang menyenangkan untuk baikan. “Ketika Anda dan pasangan saling kesal, Anda harus bisa melupakannya. Seks mengubah momentum sesuai argumentasi tersebut,” jelas Fertel.

Vacation Sex
Liburan bisa menjadi kesempatan baik bagi Anda untuk rileks dan menghidupkan kembali hubungan Anda dengan si dia. “Salah satu keuntungan dari liburan adalah Anda bisa memperbaharui keintiman seksual Anda,” kata Fertel. Jika Anda biasanya merencanakan semua detail perjalanan, pastikan Anda juga menjadualkan acara bercinta. Contohnya, tetaplah berdiam di dalam kamar sampai waktunya makan siang, atau kembalilah ke kamar usai makan malam untuk menghabiskan waktu untuk bersantai.

Animalistic Sex
Rasa ketergesa-gesaan juga dapat dilihat dengan cara yang positif. Si dia menjadi agresif, dan hal ini menyenangkan, karena Anda tidak tahu apa yang akan diperbuatnya. Misalnya, si dia tak lagi mempedulikan apakah Anda telah melepas pakaian atau tidak, atau apakah ruangan di sekitar rapi atau berantakan, gelap atau terang. Yang dia inginkan semua berjalan dengan alami.

Comfort Sex
Kadang-kadang, Anda juga membutuhkan sesuatu yang simpel, nyaman, dan memuaskan. Seks semacam ini dapat menjadi momen untuk mencurahkan rasa sayang satu sama lain, atau Anda mendukung si dia setelah mengalami hari yang berat di kantornya. Anda bisa menerapkan posisi yang menjadi favorit Anda berdua sehingga bisa saling memuaskan.

Hope-We-Don’t-Get-Caught Sex
Pernah mengalami ketika Anda terjebak dalam acara dimana tamu-tamunya tak ada yang Anda kenal, atau pertemuan keluarga yang membosankan? Anda bisa mengusir kebosanan dengan menyelinap ke kamar hotel, kamar ganti, atau ruang pribadi apa pun. Temui si dia di sana. Kemungkinan untuk dipergoki orang lain membuat suasana menjadi mendebarkan, namun menambah kegairahan pada Anda.

Fulfill-Your-Fantasy Sex
Setiap orang pasti memiliki fantasi seksual. Sekali-sekali, Anda perlu menyampaikan fantasi seksual Anda pada suami, dan lihat bagaimana reaksinya. Bila ia excited, coba tanyakan apa fantasi seksualnya. Lalu, ajaklah ia untuk mempraktekkannya. “Sebaiknya kita memang mencoba melakukan fantasi kita, sejauh itu masih bisa dilakukan,” ujar Fertel.

Quickie Sex
Karena harus dilakukan dengan cepat, Anda harus mengabaikan acara foreplay-nya. Karena itu, pastikan Anda juga menginginkannya. Jika Anda enggan, namun bersedia melakukan hanya untuk menyenangkan suami, hm…. Anda membuat kesalahan. Begitu Anda setuju, Anda bisa melakukannya kapan saja. Dari sekadar menerima ajakan si dia bercinta sesaat sebelum ke kantor, mencuri waktu di fitting room saat Anda sedang mencoba pakaian, atau menyelinap keluar di sela-sela coffee break saat seminar.

Romantic, Sensual Sex
Menyisihkan waktu (bukan menyisakan waktu) untuk dapat menikmati seks tanpa terburu-buru, bisa menjadi kesempatan “mewah”. Lakukan seolah Anda baru pertama melakukannya dengan suami: semua dipersiapkan dengan matang, perlahan-lahan, dengan suasana yang ditata romantis, musik yang lembut, dengan aromaterapi yang menenangkan. Dengan demikian Anda akan menikmati setiap momen kebersamaan yang membuat hubungan intim makin terasa.

All-Over-the-House Sex
Daerah “jajahan” Anda baru tempat tidur dan ruang tamu saja? Cobalah melakukannya di ruangan-ruangan lain di rumah Anda. Inti dari seks semacam ini sebenarnya lebih pada spontanitas dalam hubungan. “Spontanitas itu indah, menyenangkan, dan mendebarkan,” kata Fertel. Seringkali, menurutnya, orang terjebak dalam rutinitas dimana mereka melakukan hubungan intim pada waktu yang sama, tempat yang sama, bahkan posisi yang sama. Hal ini akan menyebabkan aktivitas seks menjadi membosankan.

Outdoor Sex
Minta anak-anak bermain di tempat lain, atau tunggu hingga mereka terlelap. Setelah itu, tiba giliran Anda untuk “bermain-main” di halaman, di garasi, atau di kamar atas yang menghadap ke balkon. Biarkan pintu terbuka. Tentu, Anda tidak mungkin melakukan intercourse saat di teras rumah, di pinggir pantai, atau di tempat-tempat dimana akan ada banyak orang. Cukup dengan saling membelai bagian-bagian sensitif Anda dan si dia.

Position of the Week Sex
Mencoba posisi baru memberikan kesempatan bagi Anda untuk mengenali apa yang nyaman dan menyenangkan bagi Anda dan pasangan. Siapa tahu Anda yang belum pernah mencapai orgasme dapat menemukan posisi yang memungkinkan Anda untuk mendapatkannya? Hal ini akan membuat Anda bahagia dan lega karena ternyata ada cara untuk mendapatkan kesenangan tersebut, dan apa yang tidak berhasil untuk Anda. Lakukan sebagai selingan untuk membuat hubungan intim tetap fresh, dan mencegahnya menjadi rutin.

Marathon Sex
Hujan turun tak begitu deras, namun merata di segala tempat. Biasanya hujan semacam ini akan berlangsung lama. Tak ada kegiatan lain yang enak dilakukan kecuali mendekam seharian di kamar dan meringkuk dalam pelukannya. Bercintalah dengan santai seolah waktu tak akan pernah berlalu. Hitung berapa kali Anda mencapai puncak. Ketika energi seksual Anda telah dicurahkan sepenuhnya, Anda berdua akan merasa begitu lelah namun puas.

Sumber:http://isidunia.blogspot.com

8 ALASAN KENAPA ORANG PERLU PIJAT

Bagi kebanyakan orang Indonesia, pijat sudah jadi kebutuhan saat badan terasa lelah atau sakit. Tapi memang ada alasan kenapa orang perlu dipijat. Jadi pijat bukan hanya sekedar hobi atau kebiasaan saja.

Mendapatkan pemijatan yang tepat dan dilakukan oleh orang yang memang benar-benar tahu cara memijat akan memberikan banyak manfaat, terutama untuk relaksasi santai dan menghilangkan stres.

Pijat ada yang dilakukan dengan cara tradisional, moderen atau campuran keduanya, serta ada juga yang mengembangkan pemijatan untuk terapeutik.

Seperti dikutip dari Healthmad dan Buzzle, ada beberapa hal yang membuat setiap orang perlu dipijat, yaitu:

1. Pijat secara signifikan dapat mempengaruhi sistem saraf perifer, meningkatkan rangsangan dan konduksi impuls saraf, melemahkan dan menghentikan rasa sakit dengan mempercepat proses regenerasi (pemulihan) saraf yang cedera, serta mencegah gangguan pembuluh darah dalam hal komunikasi dan suplai.

2. Pijat mempengaruhi jaringan tubuh untuk memperluas kapiler dan kapiler cadangan. Hal ini akan meningkatkan aliran darah ke jaringan dan organ, meingkatkan proses reduksi oksidasi, memfasilitasi jantung dan berkontribusi terhadap redistribusi darah dalam tubuh. Serta memberikan sedikit peningkatan jumlah trombosit, leukosit, eritrosit dan hemoglobin tanpa mengganggu keseimbangan asam-basa.

3. Pijat mempercepat aliran getah bening yang meningkatkan gizi jaringan, mengurangi stasis pada sendi serta organ dan jaringan lain.

4. Pijat memiliki efek fisiologis yang beragam terhadap kulit dan fungsinya, seperti membersihkan saluran keringat, kelenjar sebaceous, meningkatkan fungsi sekresi, ekskresi dan pernapasan kulit. Setelah dipijat kulit akan menjadi lebih kenyal seta meningkatkan pengaruhnya terhadap suhu (sensitifitasnya menurun terhadap suhu dingin).

5. Pijat bisa membuat otot menjadi fleksibel, meningkatkan fungsi kontraktil yang mempercepat keluarnya metabolit (hasil metabolisme). Hal ini tergantung dari seberapa kuat dan cepat pijat yang dilakukan.

6. Pijat membantu mengeluarkan cairan yang terdapat di dalam otot-otot dan memulihkan keadaan normalnya.

7. Piijat membantu memperbaiki sirkulasi dan menurunkan tekanan darah. Karena sirkulasinya membaik, maka pada gilirannya organ-organ yang ada di dalam tubuh akan berfungsi dan bekerja lebih baik.

8. Pijat bisa membantu mengatasi nyeri otot superfisial dan memperbaiki postur tubuh yang buruk, hal ini karena pijat dapat bekerja memanipulasi otot dan sendi.

Seseorang tidak perlu terlalu banyak mendapatkan pijat. Efek terapi dan santai yang didapatkan dari pijat sangat baik untuk tubuh, karenanya setiap orang perlu mendapatkan pemijatan yang baik.
Sumber:http://isidunia.blogspot.com/

7 KALAINAN PADA PAYUDARA YANG PERLU DI WASPADAI

Pemeriksaan rutin merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi lebih dini risiko kanker payudara. Jika cukup jeli, tanda-tanda kanker bisa dideteksi sendiri dari kelainan-kelainan yang terdapat di sekitar jaringan payudara.

Dikutip dari Shine, berikut ini adalah 7 kelainan yang perlu diwaspadai sebagai gejala kanker payudara.

1. Benjolan
Gejala kanker payudara yang paling mudah dikenali adalah munculnya benjolan yang tidak normal. Benjolan itu bisa umumnya diraba sendiri, meski kadang-kadang hanya bisa diketahui keberadaannya lewat pemeriksaan mammograph.

Benjolan yang keras dengan bentuk tidak teratur lebih perlu diwaspadai dibandingkan benjolan yang lunak dan bulat. Benjolan lunak biasanya dipicu oleh adanya kista, meski kista juga bisa mengeras jika mengalami pengapuran.

2. Pembengkakan
Meski tidak ada benjolan, payudara yang membengkak atau terasa berat perlu diwaspadai. Kehamilan dan retensi (penumpukan) cairan akibat terlalu banyak konsumsi garam sebenarnya juga bisa menyebabkan payudara membengkak, namun pembengkakan akibat kanker biasanya tidak simetris antara payudara kiri dan kanan.

3. Iritasi kulit
Gejala kanker juga bisa diamati dari kulit payudara atau puting yang memerah, tebal dan bersisik. Jika tanda-tanda itu muncul meski tidak sedang mengalami infeksi kulit dan tidak memiliki alergi terhadap bahan kimia pada pakaian, sabun dan lotion, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

4. Nyeri di bagian puting
Kista di payudara juga bisa menyebabkan rasa nyeri di bagian puting. Untuk membedakannya dengan kanker payudara, periksakan segera dan mintalah dokter untuk melakukan pemeriksaan ultrasonik yang bisa membedakan kista dengan sel kanker.

5. Puting tenggelam (nipple retraction)
Meski jarang, pertumbuhan sel kanker payudara di sekitar areola juga bisa menyebabkan puting tenggelam. Jika gejala ini muncul tiba-tiba dan bertahan hingga beberapa pekan, ada kemungkinan terjadi traksi atau pengencangan kelenjar susu yang terjadi karena terdesak oleh sel tumor.

6. Cairan aneh di puting
Selain susu, cairan apapun yang keluar dari puting perlu diwaspadai terutama jika berwarna merah atau coklat. Biasanya dokter akan melakukan ductogram yakni sejenis mammograph untuk memeriksa kelainan kelenjar susu, lalu mengamati cairan yang keluar dengan bawah mikroskop untuk mengetahui adanya sel kanker di dalamnya.

7. Pembengkakan kelenjar getah bening
Kanker payudara selalu ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah ketiak. Periksakan segera untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, meski kadang-kadang infeksi juga bisa menyebabkan bagian ini membengkak.

Sumber:http://isidunia.blogspot.com

Berjalan Dengan Dua Kaki, Seekor Babi China Jadi Selebritis

BEIJING (Berita SuaraMedia) - Seekor babi yang berjalan dengan dua kaki menjadi selebritis lokal di China. Babi ini menjadi selebriti lokal di China karena kemampuannya berjalan walaupun hanya memiliki dua kaki.

Babi berusia 10 bulan itu dikenal warga dengan nama "Zhu Jianqiang" atau "babi dengan semangat tinggi". Sejak lahir ia memang berkaki dua di bagian depan dan belajar untuk menyeimbangkannya agar bisa berjalan.

Menurut pemiliknya, Wang Xihai, babi tenar itu adalah satu dari sembilan babi kecil yang lahir Januari 2010 lalu.

"Istriku menyuruhku untuk membuangnya, tapi aku menolak karena bagaimanapun ia adalah mahluk hidup."

"Aku merasa harus memberinya kesempatan untuk bertahan. Dan memang di luar dugaan, ia terus bertahan sejauh ini dengan sehat," kata Wang Xihai seperti diberitakan Telegraph.

Lalu, beberapa hari setelah kelahirannya, Wang melatih babi istimewa itu berjalan. Caranya, dengan mengangkat buntut babi itu.


"Saya melatihnya beberapa saat tiap hari. Setelah 30 hari, ia bisa berjalan tegak dengan baik," kata Wang, bangga.

Sejak kelahiran babi betina itu, Wang mengaku rumahnya kebanjiran pengunjung.

Tujuannya, untuk melihat 'babi seberat 50 kilogram yang berjalan dengan dua kaki.

Wang mengaku, meski ada sirkus yang menawar babinya dengan harga mahal, ia menolaknya.

"Babi ini membuktikan tidak peduli dalam bentuk apa pun, kehidupan akan terus berjalan. Saya tidak akan menjualnya berapa pun tawaran yang diberikan," pungkasnya. (fn/vs/ok/km)
Sumber:www.suaramedia.com

Kisah Umar bin Abdul Aziz Dan Penguburannya Hidup-Hidup

Kejadian ini terjadi pada masa Al-Walid bin Abdul Malik, saat dihadirkan dimajelisnya seorang laki-laki dari khawarij yang diancam dengan hukuman mati. Al-Walid melihat kepadanya dan menanyainya dengan sekumpulan pertanyaan yang telah dia siapkan untuk membunuhnya, dan dia tidak mungkin selamat darinya.

“Apa yang kamu katakan tentang Abu Bakar?”


Dia menjawab: “Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam goa, orang kedua saat keduanya berada di dalam goa, mudah-mudahan Allah merahmatinya dan mengampuninya.”

Dia bertanya lagi: Apa yang kamu katakan tentang Umar? Dia menjawab, “Dia adalah al-faruq, mudah-mudahan Allah merahmati dan mengampuninya.”

Dia bertanya lagi: Apa yang kamu katakan tentang Utsman? Dia menjawab, “Beberapa tahun diawal pemerintahannya dia memerintah dengan adil.”

Kemudian datanglah pertanyaan yang mematikan: “Apa yang kamu katakan tentang Marwan bin al-Hakam (yakni kakek al-Walid)?” orang khawarij tersebut menjawab tanpa ragu-ragu, “Mudah-mudahan Allah melaknat orang tersebut”.

Al-Walid menahan amarahnya, kemudian menanyainya: “Apa yang kamu katakan tentang Abdul Malik (ayah al-Walid)?” Maka dia menjawab, “Dia adalah putranya, mudah-mudahan Allah melaknatnya.”

Kemudian dia lebih mendekat seraya bertanya: “Apa yang kamu katakan tentangku?” Dia menjawab tanpa ragu-ragu, “Dia adalah putra dari orang itu, dan engkau adalah orang ketiga yang terburuk.”

Di dalam majelis kala itu ada Umar bin Abdul Aziz, dan Khalid bin Rayyan (algojo al-Walid). Maka menolehlah al-Walid dan berkata kepada Umar bin Abdul Aziz: “Wahai Umar, sungguh engkau telah mendengar apa yang dikatakan oleh lelaki itu, maka apa yang kamu katakan?” Maka Umar bin Abdul Aziz menjawab dengan tenang, “Wahai Amirul Mukminin, tidak ada seorang pun yang lebih tahu tentang ini selain anda, anda adalah orang yang lebih faham tentangnya.”

Al-Walid pun semakin keras dalam bertanya: “Kamu harus mengucapkan dengan jelas apa pendapatmu?” yang dia inginkan adalah agar keputusan untuk membunuh lelaki tersebut dengan pendapat orang-orang di sekelilingnya.

Akan tetapi Umar merendahkannya dan berkata, “Jika engkau terus mendesak pendapatku, maka kukatakan, cacilah bapaknya sebagaimana dia telah mencaci bapak-bapakmu, dan jika engkau memaafkannya, maka itu lebih dekat kepada taqwa.”

Maka Al-Walid terpojok dan berkata, “Tidak ada lain kecuali ini…(maksudnya hukum bunuh).”

Maka Umar menariknya dan berkata dengan berani, “Tidak Wahai Amirul Mukminin ini adalah ini adalah sebuah kesewenangan, adapun yang hak, maka tidak ada lain kecuali ini…” Maksudnya bukan termasuk hakmu membunuh seseorang hanya karena sebuah kalimat yang dia ucapkan.

Kemudian al-Walid menoleh kepada Khalid bin ar-Rayyan, dan membuat tanda-tanda kemurkaan yang memancar dari wajah yang sedang marah. Maka tatkala al-Walid pergi, berkatalah Khalid bin ar-Rayyan kepada Umar, “Demi Allah dia telah melihat kepadaku dengan sebuah pandangan seakan-akan dia ingin membunuhmu.”

Maka Umar berkata, “Apakah engkau akan menjadi pembunuhku?” Dia menjawab, “Ya, tanpa ragu-ragu dan dengan perintah khalifah.” Maka Umar berkata, “Sebuah keburukan bagi kalian berdua, dan sebuah kebaikan bagiku.

Maka tatkala Umar pergi dalam keadaan selamat, dia tetap tinggal dirumahnya untuk beberapa hari, dia tidak masuk ke istana khalifah. adapun al-Walid, dia kembali ke istrinya, yaitu Ummul Banin binti Abdul Aziz, dan dia adalah saudari Umar.

Maka al-Walid berkata kepadanya, “Saudaramu itu adalah orang haruri (yang dia maksud adalah seorang khawarij, karena dia berbicara dengan adil dan menolong yang tertindas), demi Allah aku benar-benar akan membunuhnya.”

Beberapa hari setelah itu, datanglah utusan al-Walid kepada Umar untuk mengundangnya. Maka tatkala Umar masuk ke istana, para pengawal mengikuti di kanan kirinya.

Mereka berkata, “Dari sini khalifah ingin melihatmu.” Maka merekapun memasukkaknnya ke dalam sebuah ruangan, kemudian mereka menutup lorong pintu, lalu menyemen pintu dengan tanah, maka berubahlah penjara menjadi tempat pekuburan.

Dari sinilah, saudari Umar mulai mencari-carinya, maka tidak ada yang menunjukkan tempatnya kecuali maula-maula (mantan-mantan budak) yang sudah dikebiri yang bekerja ditengah kaum wanita.

Maka masuklak istri al-Walid kepada al-Walid, memelas kepadanya, meminta belas kasihan kepadanya, kemudian dia menjatuhkan wajah dihadapannya, menciumi kedua tangannya dan meminta belas kasihan untuk saudaranya. Maka al-Walid pun melihat kepadanya dengan kemurkaan, seyara berkata, “Pergilah kamu kepadanya, aku telah membebaskannya, mudah-mudahan dia masih hidup hingga bisa diberi rizqi.”

Maka tatkala mereka memasuki ruangan tersebut, dan membongkar tanahnya, maka Umar dalam keadaan pada nafas-nafas terakhir, melemas terkulai.

Kemudian berputarlah hari demi hari, binasalah al-Walid, kemudian saudaranya, Sulaiman, lalu kekhalifahan jatuh ke tangan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah. Datanglah Khalid bin ar-Rayyan pada hari kekhilafahannya dengan memanggul pedang.

Maka berkatalah Umar kepadanya, “Wahai Khalid, pergilah dengan pedangmu ini (dia adalah seorang yang mudah menghunus pedang, sebagaiman telah kita ketahui tugasnya adalah memenggal leher-leher hanya karena sebuah kalimat), dan letakkanlah dirumahmu. Lalu duduklah kamu didalamnya, karena kami tidak butuh denganmu. Engkau adalah seorang laki-laki yang jika diperintahkan untuk sesuatu, engkau langsung melaksanakannya tanpa melihat kepada agamamu.”

Maka tatkala Khalid pergi, Umar melihat kepada tengkuk Khalid seraya berdoa, “Ya Allah, ya Rabbku, sungguh aku telah meletakkannya untuk-Mu, maka janganlah Engkau mengangkatnya untuk selamanya.” Maka tidaklah dia hidup selama satu jum’at kecuali dia terkena penyakit lumpuh, dia tidak bisa disembuhklan, kemudian mati.
Sumber: www.suaramedia.com