Rabu, 08 Desember 2010

Inilah Kisah Pendekar Asli Indonesia !

Antara Kisah Nyata dan Mitos


Pendekar Pendekar Asli Indonesia antara kisah nyata dan mitos kalau jaman sekarang preman mungkin ya ? atau beda..? – Anda pastinya sering mendengar nama nama si pitung, sangkuriang, jaka tarub, joko tingkir dan lain sebagainya, bahkan di televisi suka ada film dan sinetronnya yang mengangkat nama nama Pendekar atau jagoan tersebut, di bawah ini adalah nama nama pendekar asli indonesia :

SI PITUNG

Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin. Setelah dewasa si Pitung melakukan gerakan bersama teman-temannya karena ia tidak tega melihat rakyat-rakyat yang miskin. Untuk itu ia bergerilya untuk merampas dan merampok harta-harta masyarakat yang hasil rampasannya ini dibagikan kepada rakyat miskin yang memerlukannya. Selain itu Pitung suka membela kebenaran dimana kalau bertemu dengan para perampas demi kepentingannya sendiri maka sama si Pitung akan dilawan dan dari semua lawannya Pitung selalu unggul.

Gerakan Pitung semakin meluar dan akhirnya kompeni Belanda yang saat itu memegang kekuasan di negeri Indonesia melakukan tindakan terhadap si Pitung. Pemimpin polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap si Pitung, namun berkali-kali serangan tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah si Pitung mempunyai ilmu kebal terhadap senjata tajam dan sejata api. Kompeni Belanda pun tidak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru si Pitung yaitu Haji Naipin. Disandera dan ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin agar memberikan cara melemahkan kesaktian si Pitung, akhirnya Haji Naipin menyerah dan memberitahu kelemahan-kelemahan si Pitung.

Pada suatu saat, Belanda mengetahui keberadaan si Pitung dan langsung menyergap dan menyerang secara tiba-tiba. Pitung mengadakan perlawan, dan akhirnya si Pitung tewas karena kompeni Belanda sudah mengetahui kelemahan si Pitung dari gurunya Haji Naipin.

Joko Tingkir dari Lamongan

Joko Tingkir mempelajari ilmu sakti dari Ki Buyut Banyubiru. Ia mempelajari ilmu sakti tersebut karena ingin menebus pengampunan karena ia telah membunuh Dadungawuk sodara dari Sultan Demak. Ki Buyut Banyubiru memberikan pelajaran-pelajaran ilmu saktinya di Gunung Lawu. Salah satunya adalah dengan merendam diri dalam sungai yang dingin, dengan tujuan dapat mengendalikan hawa nafsu.

Setelah beberapa bulan lamanya Joko Tingkir menimba ilmu, Ki Buyut Banyubiru sudah memperbolehkan agar Joko Tingkir untuk menemui Sultan Demak untuk meminta pengampunan atas yang pernah dilakukannya yaitu membunuh Dadungawuk. Didalam perjalanannya menuju tempat Sultan Demak, Joko Tingkir banyak menghadapi binatang-binatang buas yang menghadangnya, salah satunya adalah menaklukan raja buaya dan gerombolannya.

Sesampai di desa Sultan Demak, kebetulan di desa tersebut sedang terjadinya banteng buas yang mengamuk dan memporak pondakan seisi desa, pada saat itu juga Joko Tingkir bertemu dengan Sultan Demak untuk meminta pengampunan dengan persyaratan harus dapat melawan banteng buas tersebut, Sultan Demak menyetujuinya. Akhirnya Joko Tingkir berhasil melawan banteng buas itu dengan sebuah pukulan ke kepala banteng, mental dan pecah akhirnya banteng tersebut tersungkur mati.

Prajurit didesa itu terkagum dengan aksinya Joko Tingkir yang telah menghadapi banteng buas dengan tegar dan mengalahkannya. Sultan Demak mengampuni perbuatan Joko Tingkir tempo hari dan memaafkannya. Kemudian Joko Tingkir diangkat sebagai pempimpin laskar tamtama, dan akhirnya menjadi menantu dari Sultan Demak.

JAKA TARUB

Disuatu desa pedalaman di Indonesia, hidup seorang janda dan seorang anak yang bernama Jaka di dusun Tarub. Semasa kecilnya ia suka bermain dengan kebiasaanya yaitu menyumpit burung. Sampai dewasa pun sumpit nya selalu dibawa-bawa kemanapun. Pada suatu hati Jaka Tarub sedang berjalan ditengah hutan dan melihat burung-burung dan Jaka Tarub menyumpitnya tapi tidak mengena. Burung-butung itu berterbangan dan dikejar oleh Jaka Tarub. Padahal hutan yang dilaluinya ini adalah hutan yang angker sekali. Dikesibukan mengejar burung, Jaka Tarub mendengar suara beberapa wanita yang sedang mandi di sebuah air terjun kecil. Jaka Tarub mengintai dan mengintip dari balik semak-semak belukar. Dan melihat ada sebuah selendang didekatnya dan diambilnya oleh Jaka Tarub.


Ternyata wanita-wanita yang sedang bermandikan itu adalah kumpulan bidadari yang turun dari kahyangan. Salah satu bidadari menyadai kalau Jaka Tarub mengintip mereka yang sedang mandi, akhirnya semua bidadari disitu panik dan terbang kembali ke kahyangan. Kecuali satu bidadari kebingungan mencari selendangnya yang di ambil oleh Jaka Tarub. Lalu si bidadari dan Jaka Tarub saling menyapa. Bidadari ikut dengan Jaka Tarub ke desanya, lalu mereka berdua hidup bersama sampai mempunyai 1 anak. Selama hidupnya Jaka Tarub walau kerjanya hanya tidur-tidur saja tapi hasil pangannya melimpah karena keajaiban dari bidadari. Lumbung pada penuh, masakan cepat tersaji banyak.

Pada suatu saat Jaka Tarub tak sengaja melanggar janji yang diberikan oleh bidadarinya yaitu tidak boleh membuka hidangan sebelum matang betul. Akhirnya keajaiban sang bidadari hilang. Dan mereka kembali harus bekerjakeras setiap harinya. Suatu hari si bidadari menemukan selendangnya yang disimpang oleh Jaka Tarub, akhirnya perpisahan pun terjadi, bidadari kembali pergi kekayangan meninggalkan Jaka Tarub beserta anaknya.

ARYA PENANGSANG

Pada saat kerjaan Pajang mencapai kejayaan di wilayah pesisir dan wilayah timur dengan masa pemerintahan Sultan Adiwijaya, semua rakyat dan para penguasa tunduk dan nurut kepadanya, hanya ada satu orang yang tidak mau tunduk yaitu Adipati Jipang yang bernama Arya Panangsang. Sultan Adiwijaya bersikeras untuk menundukan Arya Panangsang, lalu mengumpulkan para penasehat raja-raja berunding untuk menundukan Arya Panangsang. Hasil rundingan diputuskan untuk diumumkan di masyarakat umum “Barang siapa yang dapat mengalahkan Arya Panangsang dari Jipang akan diberikan hadiah dan harta kekayaan”. Namun strategi ini gagal dilakukan.

Strategi selanutnya adalah, dengan mengirim pesan kepada Arya Panangsang melalui tukang kebunnya yang diiris kupingnya. Arya Pangsang marah dan memutuskan untuk melawan Sulta Adiwijaya. Karena tidak sabaran maka Arya Panangsang pergi duluan, setibanya di sungai Bengawan ternyata sudah banyak pasukan Sultan Adiwijaya yang sudah lama menantinya. Dengan gigih Arya Panangsang dengan menggunakan tombak saktinya dapat merobohkan banyak pasukan. Akan tetapi disela perperangan Arya Panangsang mendapatkan luka dibagian perutnya yang sobek sehingga ususnya sampai keluar, oleh Arya Panangsang ususnya di lilitkan di kerisnya dan melanjutkan peperangan tersebut. Betapa gigih dan pemberaninya Arya Panangsang.

Karena peperangan tersebut tidak seimbang karena banyaknya pasukan sedangkan Arya Panangsang hanya seorang diri, luncurlah sebuah tombak menancap di dadanya Arya Panangsang, dan sewaktu Arya Panangsang ingin membalas dengan kerisnya, ia lupa bahwa ususnya ia lilitkan dikeris, akhirnya keris dicabut dan ususnya Arya Panangsang terputus-putus yang mengakibatkan Arya Panangsang tewas.

SANGKURIANG

Sangkuriang lahir dari kehidupan para siluman yang berkehidupan bersama dengan manusia, pada waktu itu masa kejayaan Kerajaan Parahyangan dengan seorang raja Prabu Sungging Prabangkara. Sangkuriang tumbuh di hutan belantara yang dibesarkan oleh Sang Petapa yang sudah tua, ia banyak belajar ilmu-ilmu kesaktian dan sering melakukan pertapaan. Beranjak dewasa Sangkuriang menjadi pemuda yang gagah perkasa, sakti mandraguna dan tampan.

Diawali dari sebuah kisah, ia sedang berkelana dan pada sebuah hutan ia menolong seorang wanita yang sedang terancam jiwanya oleh seekor badak besar yang ganas siap menerjang, dengan gerak cepat Sangkuriang menolong wanita itu dari marabahaya menggunakan kesaktiannya. Tanpa disadari Sangkuriang terpesona terhadap wanita ini dan ternyata wanita tersebut adalah ibu kandungnya. Sangkuriang ingin meminang wanita itu, akan tetapi wanita tersebut berkeberatan karana Sangkuriang adalah anak kandungnya, supaya tidak terlaksana maka wanita tersebut memberi persyaratan untuk bisa meminangnya yaitu dengan membuat sebuah danau dan perahu besar dalam satu malam saja, akhirnya Sangkuriang menyanggupinya dan gagal.

Perahu yang setengah jadi itu ditendangnya oleh Sangkuriang dan lama kelamaan berubah menjadi gunung merapi yang sekarang disebut gunung Tangkuban Perahu. Sangkuriang memohon permintaan ampun kepada sang Dewata atas semua perbuatannya ini.

JOKO TOLE

Seorang raja beranama Sri Baginda Brawijaya, memerintahkan kepada Empu Keleng untuk dibuatkannya pintu gerbang besi yang besar dan megah. Dan sudah satu tahunan Empu Keleng beserta temannya yang lain sudah mengerjakannya akan tetapi belum rampung juga pintu gerbang besinya. Tenaga semakin berkurang dan Empu Keleng jatuh sakit dan tidak bisa melanjutkan perkerjaanya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Sri Baginda Brawijaya. Lalu Empu Keleng mengirim berita kepada anak angkatnya yang bernama Jaka Tole. Ia segera menyusul Empu Keleng di Majapahit.

Didalam perjalanan melewati beberapa desa, Jaka Tole bertemu dengan seseorang berjubah hitam mengenakan ikat kepala. Lalu terjadi dialog antara Jaka Tole dengannya. Jaka Tole menceritakan tujuan ke Majapahit untuk menyelesaikan pekerjaan menyelesaikan pintu gerbang besi yang besar dan megah itu dalam sehari, kalau tidak terkena hukuman. Orang berjubah itu memberikan setengkai bunga dan disuruhnya Jaka Tole memakannya, nanti sesampai di Majapahit, bakarlah tubuhmu Jaka Tole nanti dari pusarmu akan keluar patrian untuk menyambung besi-besi pintu gerbang. Kemudian Jaka Tole melanjutkan perjalannya ke Majapahit dan akhirnya sampai dan menemuni sang raja sri baginda Brawijaya. Lalu Jaka Tole berkesanggupan untuk membantu ayah angkatnya Empu Keleng dan menyelesaikan tugasnya membaut pintu besar besi yang besar dalam satu malam dan jika tidak selesai akan menerim hukuman.


Lalu Jaka Tole mengumpulan para pekerjanya, dan memberitahukan bahwasannya Jaka Tole mempunya patrian besi yang sangat hebat, yaitu dengan cara dibakarnya tubuh Jaka Tole dibagian pusarnya keluar cairan patrian yang bisa digunakan untuk menyelesaikan perampungan pintu besi. Dan dalam satu malam itu pekerja terselesaikan, pintu besar besi jadi. Raja Brawijaya sangat senang menyaksikan pintu gerbang itu. Kemudian Raja Brawijaya memberikan hadiah yang berupa perhiasan perak dan emas.
Sumber:http://selebsexy.com

Selasa, 07 Desember 2010

Kaliadem, Melihat Jejak Ganasnya Merapi

Masih di Yogyakarta, kali ini akan kami bawa anda menuju Kaliadem di daerah Sleman Yogyakarta. Bisa ditempuh lewat jalur jalan Kaliurang yakni menuju Kaliurang, tempat wisata terkenal di Yogyakarta.
Sebaiknya sesampai di daerah jalan Kaliurang bisa bertanya kepada orang yang ditemui, arah pas nya menuju Kaliadem. Karena jalur menuju kesana masuk kelokan yang sulit untuk di tuliskan. Jelas sampai sana kita bisa menggunakan kendaraan motor ataupun mobil. Dari Yogyakarta ke jalan Kaliurang sebelum Gerbang masuk Kaliurang ada jalan ke kanan, nah kita belok ke arah jalan tadi dan menuju ke Lokasi Kaliadem. Jarak dari tempat tadi sekitar 15 km dengan kultur jalan beraspal yang naik turun serta landai, jadi berhati - hatilah.

Sesampai di Kaliadem, dan setelah memarkir kendaraan kami segera menuju lokasi yang melewati pedagang aneka makanan dan cenderamata berupa foto - foto Gunung Merapi. Mengawali masuk lokasi kita akan di suguhi pemandangan bunker tempat perlindungan dari ganasnya Merapi. Yang pada tahun 2006 di kala Merapi memuntahkan laharnya bunker tersebut terisi penuh dengan para pelindung. Yang sedihnya tertimbun abu vulkanik sedalam 3 meter hingga menewaskan 2 orang! Bekas amukan Merapi masih nampak jelas sampai sekarang, karena wilayah Kaliadem dulunya penuh dengan pohonan dan merupakan kawasan hutan pinus yang subur. Tetapi kini tertutup oleh batu, pasir dan sisa debu vulkanik.

Tetapi walaupun begitu hutan pinus kini mulai bertumbuhan kembali.Di sekitar lokasi Kaliadem mulai rimbun pinus yang tumbuh. Sedangkan di lokasi sendiri masih berbatu dan berpasir. Dari sana kita bisa menyaksikan kemegahan Merapi dari dekat dengan puncak Garudanya yang melegenda. Puncak Garuda adalah puncak tertinggi di Merapi walau kini sudah hampir hilang, silahkan di baca di Puncak Garuda Merapi Runtuh.


Jadi Kaliadem adalah saksi tentang ganasnya Merapi serta untuk melihat dari dekat keindahan Merapi. karena di samping Kaliadem ada sungai sebagai jalur lahar jika Merapi meletus, yakni Sungai Boyong. Waktu kami disana sungai mengering jadi bisa di turuni sampai ke dasar sungai. Dan di lokasi sungai telah banyak di bangun pondasi kokoh untuk meringankan laju lahar.
Tampak di foto atas, Andari di sungai Kuning yang nampak jauh saat di ambil gambar dari atas. Dan di sebelahnya Habib Muhammad Zuriat Fadil, Habib dan pembangun kadar keagamaan Belantara Indonesia sekaligus Bendahara aktif periode sekarang. Ini hanya sekedar gambaran jika kalian sahabat alam ingin menuju Kaliadem, lokasi yang menjadi saksi ganasnya Merapi pada tahun 2006. Paling tidak kita bisa merasakan sedihnya saat badai lahar datang dan merenggut jiwa serta materi manusia. Bisa menjadi bahan renungan dari dekat. Maka, Hargailah alam.
Sumber:http://www.belantaraindonesia.org

Cabe Rawit Anti Serangan Jantung

Kecil tapi Luar biasa. Manfaat cabai rawit membuktikan ungkapan itu. Selain unggul rasa pedasnya, cabai rawit juga mengandung banyak manfaat sebagai obat. 
Cabai rawit (Capsicum frutescen) ditemukan oleh suku Indian, Amerika Selatan, sebelum abad ke-16. Setelah itu bangsa Portugis dan Spanyol gencar memperdagangkan komoditi ini ke seantero dunia. 
Perkembangan pengobatan dengan menggunakan cabai berukuran kecil ini sebenarnya sudah lama terjadi. Penelitian modern tentang penggunaan cabai rawit sebagai obat dilakukan pertama kali oleh seorang ahli botani bernama John Gerard, penulis buku History of Herbal, pada tahun 1597. 
Lalu, pada tahun 1652, Dr. Nicholas Culpeper, alumnus Cambridge University, Inggris, melakukan penelitian yang sama. Ia menyebutkan bahwa cabai rawit dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi, melancarkan pencernaan dan urin, serta mengeluarkan batu ginjal. 
Kandungan cabai rawit yang kerap digunakan sebagai obat adalah capsaicin. Sifat dari zat yang tidak larut dalam air ini memberikan rasa pedas dan panas yang tak hanya dapat dirasakan tubuh, tapi juga kulit. 
Zat tersebut memiliki kekuatan untuk mengontrol rasa sakit. Rasa panas ini, dalam beberapa literatur disebutkan akan memberikan efek pada jaringan yang berhubungan langsung dengan zat P dan mencegah akumulasi dari zat tersebut. 
Zat P ini berfungsi sebagai pemberi pesan rasa sakit dalam tubuh kepada saraf penerima yang kemudian disampaikan kepada otak. Makanya, aktivitas capsaicin dalam mengobati rasa sakit cukup baik. Sebab, zat ini hanya berpengaruh pada satu jenis saraf penerima rasa sakit saja.
Memicu Endorphin
Di sisi lain, capsaicin juga bisa memicu pembentukan hormon endorphin yang diproduksi oleh otak. Hormon endorphin akan terbentuk bila tubuh berada dalam kondisi bahagia atau senang. 
Keluarnya hormon tersebut akibat suatu rangsangan secara tidak langsung dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pada saat inilah reseptor pada saraf dapat memberikan rasa nyaman pada bagian tubuh yang sakit. 
Itu sebabnya, dalam buku panduan tentang tanaman obat karangan James A. Duke, Ph.D., disebutkan bahwa capsaicin telah terbukti efektif dalam menghilangkan rasa sakit. Pada penelitian lain disebutkan, selain baik untuk menghilangkan rasa nyeri akibat sakit kepala, capsaicin juga berguna untuk mengatasi arthritis atau radang sendi.
Penggunaan cabai rawit sebagai pengobatan tradisional telah dikenal di Cina, India, Jepang, dan Korea. Di Cina dan Jepang, ramuan cabai rawit digunakan sebagai stimulan bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan.
Pada orang dengan gangguan pencernaan, cabai rawit akan meringankan keluhan tersebut dengan merangsang jalan kelenjar saliva (air liur) dan sekresi pada perut. 
Capsaicin dipercaya membentuk kembali jaringan pada perut dan membantu gerakan peristaltik pada usus besar dengan menstimulasi sekresi lambung. Dengan begitu, tubuh dapat membuang sisa makanan hasil pencernaan dengan lancar dan membentuk asam hidroklorit guna mencerna sarinya.
Melancarkan Darah
Yang tidak kalah penting, cabai rawit juga dapat melancarkan sirkulasi darah dan meredakan pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah vena. Pembuluh darah vena berbeda dengan arteri yang memiliki diameter yang lebih sempit, sehingga lebih mudah menjadi bengkak. 
Cabai rawit membantu sirkulasi darah melalui pembuluh vena dengan mudah. Tanaman ini dapat pula mencegah pembekuan darah karena bersifat antikoagulan.
Karena mengandung vitamin C serta bioflavonoid, seperti yang dikatakan Dr. Richard Schzul, pengajar pada School of Natural Healing di Springville, Amerika Serikat, cabai rawit dapat mencegah serangan jantung. Dua kandungan tersebut mampu memperkuat dinding pembuluh darah vena serta dapat mengembalikan elastisitas pembuluh darah.
Menurut beberapa penelitian, pencegahan terhadap serangan jantung lewat cabai rawit ini sama baiknya dengan pengobatan modern. Dengan cabai rawit, rasa sakit pada angina pectoris saat otot jantung kekurangan darah, dapat hilang. Capsaicin dapat dengan mudah masuk ke meridian jantung, lalu memompa darah dan nutrisi ke otot jantung. Itu berarti cabai rawit memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan jantung.  
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Idaho Observer pada bulan Mei 2003 oleh para dokter di Pantai Barat Amerika membuktikan bahwa sebuah jaringan di jantung dapat hidup dan terus berkembang hanya dengan pemberian ekstrak cabai rawit. Menurut Wahyu Suprapto, seorang ahli tanaman obat, ekstrak cabai rawit bisa didapat melalui proses penghalusan menggunakan blender.
Seorang ahli tanaman obat dan pengobat tradisional dari AS, Dr. John R. Christopher, menjelaskan bahwa cabai rawit memiliki banyak kegunaan yang belum diketahui oleh masyarakat. Ketidaktahuan tersebut terjadi karena persepsi masyarakat yang menganggap cabai rawit sangat pedas dan menjadi berbahaya jika digunakan sebagai obat. 
Itu sebabnya, penggunaan cabai rawit lebih berkembang sebagai bumbu masakan dibandingkan dengan untuk pengobatan. Karena itu, selalu konsultasikan terlebih dahulu penggunaannya pada ahli tanaman obat atau dokter Anda.
Sumber:http://www.dechacare.com

Gaji Bulanan Mbah Maridjan

“Saya menjadi juru kunci Gunung Merapi karena melanjutkan tugas orang tua saya yang dahulu sebagai abdi dalem Keraton Yogyakarta. Nama Bapak saya…. (Mbah Maridjan mendadak berhenti berbicara karena lupa nama pemberian Sultan Hamengkubuwono IX bagi bapaknya. Sejenak dia pergi dan mengambil map berisi “Serat Kekancingan Dalem Ngarsa Dalem Sultan Hamengkubuwono IX”). Nama pemberian Ngarsa Dalem sama dengan nama Bapak saya di serat kekancingan tersebut, yaitu Suraksohargo.”

Dimasa-masa awal menjadi abdi dalem juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan mendapat gaji sebesar Rp 3.710,- per bulan. Sejak pangkatnya naik menjadi penewu, gajinya juga meningkat menjadi Rp 5.600,00 per bulan. Mbah Maridjan yang gemar guyonan dengan bahasa “plesetan” khas Yogyakarta, menyebut gajinya dengan “lima juta enam ratus ribu rupiah”. Gaji yang sebenarnya tidak cukup untuk membeli sebungkus rokok Kansas kegemarannya. Itu sebabnya, Mbah Maridjan terpaksa harus mengambil gaji setiap tiga bulan sekali, supaya uang gajinya tidak habis untuk ongkos naik bus dari keraton ke Dukuh Kinahrejo.
 Mbah Maridjan hidup dalam kesahajaan dan kesederhanaan. Seperti orang yang tidak membutuhkan uang. Bayaran pertama kali sebagai bintang iklan minuman energi sebesar Rp 150 juta malah ia bagikan kepada tetangga tetangga nya dan sisanya untuk membangun mesjid di dukuhnya. (patut dicontoh nih gan.klo agan2 dapet duit 150juta, mau gak dibagi2in buat tetangga2 agan?)

Bila menerima bantuan dari luar pun,walau bantuan itu ditujukan untuk dirinya,beliau malah memberikannya kepada kepala dusun untuk dibagikan kepada para warga secara rata dan adil. Diberi lebih dari yang lainpun beliau tidak mau.

Saking sederhananya, ada kejadian lucu saat mbah maridjan menginap di hotel untuk shooting iklan. Beliau tidak pernah menggunakan toilet yang ada dikamarnya. Entah apa alasannya beliau malah senang menggunakan toilet satpam untuk buang hajat.

Gunung Merapi akhirnya meletus kemarin sore tanggal 26 oktober 2010.Hingga tadi malam, awan panas menyembur tiada henti dari kawah gunung berapi paling aktif di dunia itu. Pukul. 07.3I WIB Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sujud didapurnya. Baju batik, kopiah dan sarungnya menjadi tanda untuk memastikan jenazah itu adalah Mbah Maridjan. Inalillahi wa'inailaihi roji'un...semoga smua amal kebaikannya diterima Allah SWT....
Sumber:http://vealuveanakku.blogspot.com

Tips Untuk Merawat Payudara

Sama halnya dengan bagian tubuh lain, payudara pun dapat mengendur sehingga mempengaruhi keindahannya. Terutama bagi ibu-ibu yang pernah hamil dan menyusui, di mana payudaranya tidak lagi kencang akibat menyusutnya kelenjar susu.

Penyebab lainnya, juga bisa akibat melemahnya jaringan ikat penyangga payudara dan elastisitas kulit payudara yang berkurang. Karena itu, sangat penting untuk merawat payudara agar tetap indah, baik dari dalam maupun luar tubuh.
 
Ada lima langkah mudah yang dapat merawat payudara untuk tetap kencang dan indah:

1. Perhatikan konsumsi makanan.
Payudara juga membutuhkan nutrisi, sama halnya dengan tubuh. Karena itu konsumsilah makanan yang seimbang dengan jumlah kalori yang cukup, sehingga berat badan Anda ideal sesuai harapan. Berat badan ideal, otomatis akan memperbaiki bentuk tubuh secara alami, termasuk payudara.

2. Hindari gesekan terlalu keras.
Kulit payudara hanya mengandung sedikit kolagen, terutama di bagian areola (kulit sekitar puting) dan puting. Sehingga jangan menggesek payudara dengan benda kasar, seperti handuk dan scrub.

3. Berikan pelembab.
Untuk mengatasi kulit kering, gunakan pelembap tanpa pewangi, dapat pula menggunakan minyak zaitun. Agar hasil maksimal, lakukan pijatan ringan dengan gerakan lembut. Bersihkan secara rutin daerah seputar puting dengan kapas yang di basahi air hangat.

4. Olahraga rutin.
Lakukan senam ringan dengan fokus untuk memperkuat otot dada. Gerakan olahraga yang dilakukan secara rutin akan melatih otot-otot dada. Lakukan teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

5. Gunakan bra yang sesuai.
Bra yang sesuai dengan ukuran dan bentuk payudara sangat penting, pastikan pula bra tersebut nyaman saat di pakai. Saat berolah gunakan bra khusus, sehingga keringat mudah terserap dan payudara tersangga dengan baik. Pilih ukuran bra yang sesuai agar dapat menopang payudara dengan baik.

Sumber:http://www.dechacare.com

Green Canyon Di Indonesia

Indonesia memiliki lokasi wisata yang indah dan menawan, yakni Green Canyon yang terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, dan berada di sepanjang sungai Cijulang sekitar 31 km dari Pangandaran. Disana di kenal dengan sebutan Cukang Taneuh karena di tengah sungai tersebut terdapat sebuah jembatan dari tanah selebar 3 meter dengan panjang 40 meter. Jembatan tersebut menghubungkan dua desa yang juga menjadi obyek wisata terkenal, yakni Desa Kertayasa dengan Desa Batukaras. Di Desa Batukaras terdapat Pantai Batukaras yang terkenal sebagai kawasan berselancar air ( water surfing ). Sedangkan nama Green Canyon muncul, karena biasanya pada musim kemarau air di dasar sungai akan terlihat berwarna hijau. Tapi, ada juga yang mengatakan julukan itu muncul dari dua orang wisatawan Eropa asal Perancis dan Swiss bernama Frank dan Astrid. Andaikan bukan wisatawan Perancis, tetapi wisatawan dari Jogjakarta, pasti namanya bukan Green Canyon, tetapi Mbah Maridjan! ( It's Joke ).

Green Canyon menjadi sangat terkenal, karena panorama sungainya sangat indah. Mereka yang berkunjung kesana pasti akan terpana oleh keindahan aliran sungai yang sepanjang Cijulang. Keindahan itu akan selalu menyambut para wisatawan begitu masuk ke gerbang obyek wisata tersebut. Sungai tersebut begitu istimewa, karena memanjang dan membelah sebuah kawasan ngarai yang struktur fisiknya sangat mengagumkan. Mereka yang pernah berkunjung ke Green Canyon di Colorado, Amerika Serikat, pasti akan sepakat kalau ngarai di Cijulang itu sangat mirip Green Canyon.





Bagi yang belum pernah berkunjung kesana, pasti akan tertantang untuk bisa kesana. Karena, akan diajak berwisata menikmati keindahan ngarai dengan berperahu. Sambil menikmati wisata perahu yang bisa dinaiki dari Dermaga Ciseuruh, pelancong akan disuguhi pemandangan alam yang luar biasa di sepanjang sisi kiri dan kanan sungai. Berbagai binatang, seperti monyet, pun selalu siap menyambut wisatawan dengan teriakan - teriakannya. Untuk bisa sampai ke titik pertama, kita harus melewati alur sungai yang cukup tenang selama hampir 15 menit. Setelah melewati ‘lorong’ sungai, kita selanjutnya akan berjumpa dengan sebuah tempat yang memaksa kita harus turun dari perahu. Di tempat tersebut, kita akan menjumpai deretan batu karang yang sangat indah dengan hiasan stalaktit dan stalagmit yang memesona. Batu karang juga yang memaksa kita untuk tidak melanjutkan perjalanan dengan perahu, karena alur sungai terhalang olehnya hingga sungai pun nampak bertingkat seperti tangga. Tetapi anda semua tidak perlu khawatir meskipun tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan perahu. Karena, pada titik inilah, wisatawan sebenarnya akan ditantang untuk bisa melihat keindahan Green Canyon yang sesungguhnya. Pilihannya: kita harus berani berenang hingga sampai ke hulu sungai! Dan dilarang buang air besar saat berenang, karena akan membuat perenang lain akan menggunakan metode renang zig zag menghindari meriam kuning anda!

Jika anda ingin menuju kesana, sebaiknya berkunjung pada musim kemarau karena pada musim ini, air sungai Cijulang berwarna hijau tosca. Sedangkan pada musim hujan, saat curah hujan tinggi, air sungai akan berwarna coklat. Selain itu pada musim hujan ada kemungkinan air sungai akan pasang atau aliran air sungai yang terlalu deras sehingga tempat ini ditutup untuk umum demi keselamatan pengunjung. Ada banyak cara untuk bisa mencapai Green Canyon. Tujuan pertama yang harus dilalui para pengunjung adalah Pangandaran. Jadi, usahakan dulu sahabat semua bisa sampai ke kawasan tersebut. Terserah akan menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dua - duanya pilihan yang baik. Dan sesampai di Pangandaran, bagi yang tidak menggunakan kendaraan pribadi silahkan naik angkutan terusan, baik angkutan kecil maupun bis, dan bisa juga dengan menyewa. Ongkosnya cukup Rp 6000 saja untuk sampai di Green Canyon.

Alternatif wisata alam yang menarik selain juga mengunjungi Pangandaran. Silahkan tentukan pilihan, tidur memeluk uang di rumah atau mengunjungi fenomena alam Indonesia yang masih terjaga keasriannya. Tentu akan membebat hati menjadi lebih mensyukuri pemberian Tuhan pada kita manusia.

sumber:http://www.belantaraindonesia.org

Bromo, Kemegahan Sang Penjaga

Bromo, adalah gunung yang tak tinggi, dengan bentuk yang justru hanya berupa kawah yang terus mengeluarkan asap ke angkasa. Bromo di kitari oleh lautan pasir yang sangat terkenal yang di rindukan oleh para pengunjungnya maupun para wisatawan dari manca negara. Keindahan Bromo di tambah dengan adanya tempat persembahyangan kaum Hindhu Darma yang berdiri megah di depannya. Tak bisa di bayangkan keindahannya bagi yang belum pernah kesana dan hanya melihat Bromo dari tayangan televisi atau gambar.

Bromo ibarat gunung penjaga bagi alam dan lingkungan sekitarnya, ya menjaga dari marahnya Semeru dengan Jonggring Saloka  nya. Letak Bromo memang tak jauh dari Semeru, mengingatkan pada letak Merbabu yang tak jauh dari Merapi. Bagaikan gunung penjaga. Kini sang penjaga tadi sedang tak ramah, Bromo akhir - akhir ini sedang beraktifitas dengan mengeluarkan asap panas belerang. Sehingga statusnya di tetapkan menjadi awas, bukan lagi waspada. Sontak para penduduk di kawasan Probolinggo di usahakan untuk mengungsi ke tempat aman dari jangkauan amarah Bromo.



Mengingatkan saat mengunjungi Bromo beberapa tahun yang lalu. Karena kagum dengan kemegahannya, makanan berharga mahal yang di jual di bawah tangga menuju puncak Bromo, jadi tak lagi di resahkan. Walau, jelas, pada awalnya saat tahu harganya, kepala bergeleng dan kembali menghitung sisa uang di dompet! Begitu menaiki tangga, semua lupa, puncak Bromo menyilaukan hati dan mata. Indah dan megah! Sayangnya, banyak penjual bunga Edelweis di area sekitar puncak Bromo. Alasannya untuk kenang - kenangan. Padahal Edelweis di petik bukan dari Bromo, tetapi dari gunung Semeru di sebelahnya. Jadi bukan kenangan dari Bromo bukan? Edelweis tak tumbuh di Bromo, karena Bromo berkawasan padang pasir luas dan hampir tak ada pepohonan yang kerasan tumbuh di sana. Kecuali di lereng - lereng yang jauh dari Bromo, semisal di gunung Penanjakan. Yang kerasan di sana justru para pedagang makanan dan minuman dan pedagang Edelweis tadi, yang sangat membuat hati pilu bagi pecinta Edelweis.

Bromo, kemegahan sang penjaga kini sedang tak ramah, semoga tak berkelanjutan bencana gunung di Indonesia. Biarkan Bromo tetap indah dan megah tanpa alam merusaknya. Dan upacara Kasada yang melegenda tak terganggu dengan aktifitasnya. Sekedar menambahkan, pada malam ke-14 Bulan Kasada Masyarakat Tengger penganut Agama Hindu ( Budha Mahayana menurut Parisada Hindu Jawa Timur ) berbondong - bondong menuju puncak Gunung Bromo, dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai hasil pertanian, ternak dan sebagainya, lalu dilemparkan ke kawah Gunung Bromo sebagai sesaji kepada Dewa Bromo yang dipercayainya bersemayam di Gunung Bromo. Upacara korban ini memohon agar masyarakat Tengger mendapatkan berkah dan diberi keselamatan oleh Yang Maha Kuasa. Upacara Kasada diawali dengan pengukuhan sesepuh Tengger dan pementasan Sendratari Rara Anteng Jaka Seger di panggung terbuka Desa Ngadisari. Kemudian tepat pada pukul 24.00 dini hari diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat di poten lautan pasir Gunung Bromo. Dukun bagi masyarakat Tengger merupakan pemimpin umat dalam bidang keagamaan, yang biasanya memimpin upacara - upacara ritual perkawinan dll. Sebelum dilantik para dukun harus lulus ujian dengan cara menghafal dan membacakan mantra - mantra.

Pura penganut Hindu Tengger


Silahkan bagi yang ingin menuju Bromo, pilih saat Bromo tak sedang marah. Megah dan indahnya Bromo serta melihat matahari terbit dari puncak Gunung Penanjakan di sebelah Bromo, sebuah pengalaman yang tak akan mudah di lupakan. Indah dan megah.
sumber:http://www.belantaraindonesia.